Napak tilas itu ternyata memberi kesan yang cukup mendalam sehingga saya terhanyut dalam emosi dalam mengenang masa lalu dan mengingat beberapa teman yang sudah tidak tahu dimana rimbanya saat ini. Namun satu hal yang saya sangat bersyukur adalah ketika saya menyadari Tuhan sesungguhnya menuntun setiap langkah hidupku selama ini. Terus terang selama masa kuliah saya tidak terlalu aktif dalam persekutuan apalagi pelayanan, sebisa mungkin saya menghindar. Saya sempat terlintas penyesalan, seandainya saya mengenal Tuhan saat saya kuliah mungkin kehidupan saya akan jauh berbeda. Namun kemudian saya justru bersyukur jika merenungkan kabar beberapa teman yang aktif dalam pelayanan pada masa mahasiswa namun justru menjauh setelah bekerja saat ini. Saya bersyukur karena Tuhan menangkap hidupku setelah saya bekerja dan mengenal uang, sehingga bagi saya saat ini Dia lebih utama dari segalanya... jadi tidak ada yang perlu disesali.
Dia mengatur segalanya indah pada waktunya...